Kapal – kapal perang saksi sejarah, berakhir di kuburan besi tua

Good day fren kaskuser,

ae mo sharing sedikit aja nih, pagi ini ane shock sekalogus prihatin
setelah membaca koran kompas edisi sabtu 19 mei 2012. Jujur ane gak jago ngulas berita, jadi ane share copas aja, siapa tau bermanfaat

http://cetak.kompas.com/read/2012/05…lapak.besi.tua

:berdukas

La beddu
kaskus holic

Kapal “D-Day” Normandia Teronggok di Priok…
Sabtu, 29 Mei 2010 | 03:53 WIB

Matahari menyengat di sudut barat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis tengah hari awal Mei lalu, memancar lurus di atas kapal-kapal perang tua yang ditambatkan berderet di tepi dermaga Komando Lintas Laut Militer di tengah riuh bongkar muat pelabuhan. Nyaris terabaikan, itulah nasib kapal-kapal landing ship tank tua milik TNI AL yang pernah berjasa dalam Perang Dunia II saat pendaratan Sekutu di Normandia, Perancis, tahun 1944 hingga mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia akhir 1990-an.

Salah satu landing ship tank (LST) legendaris tersebut adalah KRI Teluk Tomini 508 yang dibuat di galangan kapal Charleston, Negara Bagian Karolina Selatan, Amerika Serikat, tahun 1942 dan diberi nama USS Bledsoe County. Dalam data yang diberikan Kepala Dinas Penerangan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Letnan Kolonel Laut (Kh) Agus Cahyono disebutkan, KRI Teluk Tomini alias USS Bledsoe County pernah terlibat sejumlah operasi penting dalam Perang Dunia II.

Kiprahnya diawali dengan pelayaran dari galangan kapal Angkatan Laut AS pada 19 Maret 1943, USS Bledsoe County tiba di Dakar, Senegal, yang berada di bawah kekuasaan pemerintahan Perancis, General Charles de Gaulle yang pro-Sekutu. Dari sana, Bledsoe County bergerak ke kota-kota pelabuhan magribi (Maroko, Aljazair, dan Tunisia) sebelum terlibat dalam Operasi Husky, yakni invasi Sekutu ke Sisilia pada 10 Juli 1943. Sejumlah lokasi pendaratan antara lain Scoglitti, Gela, dan Palermo. Operasi berlanjut ke daratan Italia dengan pendaratan di Salerno.

Selepas invasi ke Sisilia, Bledsoe County diberangkatkan ke Inggris dalam persiapan Operasi Overlord, yakni operasi amfibi terbesar dalam sejarah umat manusia berupa serbuan ke pantai Normandia, Perancis barat laut.

”Kapal ini pernah terlibat dalam operasi pendaratan Sekutu di Normandia. Personel militer Amerika yang pernah berkunjung ke Kolinlamil mengagumi bahwa masih ada kapal-kapal LST eks Perang Dunia II yang dioperasikan TNI AL,” ujar Komandan KRI Teluk Tomini Mayor Laut (P) Syaekhul Anwar yang ditemui di Ruang Perwira (Officer Room) LST yang berusia 67 tahun itu.

USS Bledsoe County mendaratkan muatan di pantai Sword, bagian dari wilayah operasi pasukan Inggris. Secara keseluruhan, kapal itu melakukan 39 sortie dari Inggris ke Normandia selama rangkaian Operasi Overlord. Beberapa kali kapal itu menjadi bulan-bulanan serangan artileri pantai Jerman ataupun pesawat terbang musuh.

Legenda TNI AL

Selepas Perang Dunia II, USS Bledsoe County bersama ratusan kapal perang lainnya menjadi bagian dari armada kapur barus (mothball fleet) yang nonaktif. Ketika pemerintahan Presiden Soekarno berusaha merebut Irian Barat, Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden John Fitzgerald Kennedy memberikan dukungan dengan menjual sejumlah peralatan militer, termasuk beberapa LST era Perang Dunia II yang menjadi bagian dari TNI AL, yakni KRI Teluk Langsa 501, KRI Teluk Kao 504, dan KRI Teluk Tomini 508.

Mayor Bambang, salah seorang perwira Kolinlamil yang ditemui di KRI Teluk Langsa, awal April 2010, menceritakan tentang orisinalitas kapa-kapal bersejarah itu. ”Ini corong komunikasi dari bridge (anjungan) ke kamar mesin masih menggunakan pipa dan bukan radio seperti kapal militer masa kini. Jam, lonceng, instrumen, bahkan lambang kapal asli dari AS masih ada di beberapa kapal-kapal LST eks Perang Dunia II ini,” ujarnya.

Selain mandala Eropa dan Afrika, sejumlah LST lain pernah terlibat dalam operasi militer di mandala Pasifik bagian dari manuver Jenderal Douglas MacArthur. Saat berada di bawah TNI AL, KRI Teluk Tomini menggoreskan sejarah dalam rangkaian operasi, seperti Operasi Mandala (perebutan Irian Barat), Operasi Seroja (Timor Timur) dekade akhir 1970-an, Operasi Andhini Sakti (mengangkut bibit sapi impor dari Australia untuk dikembangkan di dalam negeri), rangkaian bantuan angkutan ke pulau-pulau terpencil, hingga pemulangan pengungsi pascajajak pendapat Timor Timur tahun 1999.

”Wah, waktu pemulangan pengungsi pascajajak pendapat, LST-LST tua ini sangat berjasa. Seluruh kapal dipenuhi pengungsi hingga 2.000 orang lebih. Bahkan, di anjungan tempat kapten mengemudi juga dipenuhi pengungsi. Persis seperti di dalam bus kota yang penuh sesak,” ujar Bambang.

Meski menggoreskan sejarah panjang dan penuh jasa, belum terdengar ada upaya melestarikan LST-LST tua itu sebagai museum terapung. ”Sudah didaftarkan untuk dilepas atau mungkin dibesituakan sejak tahun lalu,” kata Letkol Agus Cahyono.

Kolonel (Purn) Jean Rocher, mantan Atase Pertahanan Perancis untuk RI, mengaku terkejut mendengar masih ada LST yang pernah digunakan dalam ”D-Day” Normandia berada di Jakarta. ”Itu sangat menarik dan berharga bagi bangsa Perancis, Amerika, dan tentu saja Indonesia,” kata Rocher yang sedang menulis sejarah perang Napoleon di Pulau Jawa tahun 1811. (Iwan Santosa)
link
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4240411&page=2
yang parah malahan ini :

Akhir Riwayat Kapal Perang RI Eks Penyerbuan Normandy ( World War II)

Kabar tentang rencana uji coba rudal yakhont yang didatangkan pemerintah untuk melengkapi jajaran persenjataan yang dimiliki kapal perang (KRI) milik TNI-AL memberikan angin segar di bidang pertahanan nasional.

Yakhont merupakan jenis peluru kendali (rudal) berkemampuan tinggi buatan Rusia. Dengan kecepatan 2,5 mach (2,5 kali kecepatan suara) dan dapat menghancurkan sasaran hingga jarak 300 km. Artinya armada kapal perang Indonesia kini memiliki kemampuan serang Over The Horizon atau mampu menghancurkan musuh yang berada di luar batas cakrawala penglihatan dengan daya hancur tinggi.

Untuk memiliki rudal ini juga tidak sembarangan negara bisa mengakuisisi. Setidaknya harus melalui izin dari 7 institusi pemerintah Rusia dan persetujuan langsung Presiden Rusia saat itu, Vladimir Putin. Hingga kini hanya 3 negara yang memiliki rudal tersebut, yaitu Rusia sendiri, Vietnam dan Indonesia, sedangkan Suriah yang juga berminat membeli rudal tersebut dihalangi oleh Israel yang menekan Rusia untuk tidak menjualnya karena khawatir mengganggu kestabilan di kawasan Timur Tengah.

Namun dibalik kehebatan rudal yakhont yang dimiliki Indonesia tadi, ada cerita menarik mengenai kapal-kapal perang tua TNI-AL yang akan dijadikan rumpon atau sasaran tembak uji coba rudal tersebut.

Menurut Kepala Staf TNI-AL, Laksamana Madya Soeparno, ada satu KRI yang akan dijadikan sasaran tembak dari enam kapal LST (Landing Ship Tank) eks AS yang akan dipensiunkan dan akan digantikan kapal-kapal baru buatan dalam negeri, yaitu:
- KRI Teluk Langsa (eks USS Solano County (LST-1128)),
- KRI Teluk Kau-504 (eks USS LST-652),
- KRI Teluk Tomini-508 (eks USS Bledsoe County (LST-356)),
- KRI Teluk Ratai-509 (eks USS LST-678 dan eks USS Presque Isle (APB-44)),
- KRI Teluk Saleh-510 (eks USS Clarke County (LST-601)) dan
- KRI Teluk Bone-511 (eks USS Iredell County (LST-839)).

Semua kapal tersebut merupakan kapal bekas berumur 60-70 tahun yang dulunya milik angkatan laut Amerika Serikat dan terbilang cukup bersejarah. Kapal-kapal tersebut pernah menjadi bagian dari operasi overlord (D-Day 6 juni 1944) di masa Perang Dunia II, dimana operasi tersebut merupakan penyerbuan laut terbesar dalam sejarah manusia.

Pendaratan pasukan sekutu di daerah Normandia, Perancis, melibatkan setidaknya 7.000 kapal dan 12.000 pesawat untuk mengangkut hampir 160.000 pasukan pada 6 Juni 1944 tersebut dan lebih dari 3.000.000 tentara sekutu hingga akhir bulan Agustus diseberangkan ke Perancis melewati selat channel untuk menembus garis pertahanan Jerman (NAZI).

Pertempuran selama 2 bulan ini berakhir dengan jatuhnya kantung falaise dan bebasnya Perancis dari pendudukan Jerman. Mungkin bagi yang pernah menonton film ‘Saving Private Ryan’ (1998) memiliki gambaran bagaimana sengitnya pertempuran antara pasukan sekutu dan pasukan Jerman. Di film tersebut, yang menjadi latar adalah pantai Omaha, Normandia.

konvoi Kapal perang sekutu 6 Juni 1944

Pasukan Sekutu tiba di pantai Omaha, 6 Juni 1944

Pendaratan Pasukan Sekutu di Normandia

Kembali mengenai KRI yang akan dijadikan sasaran tembak rudal yakhont tadi, TNI-AL sudah memberikan kabar mengenai rencana tersebut kepada Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy). Maksud dari pihak TNI-AL adalah memberikan kesempatan kepada pihak AS apakah ingin membelinya kembali untuk dimuseumkan mengingat nilai historisnya.

Namun akhirnya walaupun dengan berat hati, Amerika Serikat menyetujui kapal tersebut untuk dihancurkan karena biaya untuk pengembalian ke AS yang cukup besar dan bagaimanapun kapal tersebut sudah menjadi milik Indonesia sehingga AS menyerahkan sepenuhnya kepada Indonesia, nasib terhadap kapal-kapal tua tersebut.

Banyak warga AS maupun negara-negara yang dulu tergabung dalam pasukan sekutu seperti Inggris, Perancis, dll terkejut bahwa masih ada kapal perang eks penyerbuan Normandia yang berlayar sampai sekarang.

http://fajarprasetyo.blogspot.com/20…ng-ri-eks.html

divorce attorney
divorce attorney