Keturunan Nabi Nuh AS, Dan Penyebarannya Di Dunia

Advertise

Gw masih Bingung Gimana ceritanya Bangsa Kana’an diserang Orang Israel???:bingung

Sedangkan Kana’an sendiri sudah tewas saat banjir :bingung

FYI :
- Keturunan Sam cikal bakal Israel, Arab
- Keturunan Ham cikal bakal Afrika, Asia, Kanaan
- Keturunan Yafith cikal bakal Eropa

Bangsa Melayu/indonesia ini termasuk keturunan Ham:thumbup

Sumber

Quote:

ETIMOLOGI
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi dari bahasa Syria yang artinya “Bersyukur” atau “Selalu Berterima kasih”. Hakim berkata dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).

Sedangkan menurut kisah dari Taurat nama asli Nabi Nuh AS adalah Nahm yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nabi Nuh AS berada di desa alWaqsyah yang dibangun didaerah Nahm.[6] Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah.

GENEALOGI
Dalam agama Islam, Nabi Nuh AS adalah nabi keempat sesudah Nabi Adam AS, Nabi Syits AS, dan Nabi Idris AS. Ia merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam AS. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka) bin Metusyalih (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qianan bin Anus bin Sit bin Adam. Antara Nabi Adam AS dan Nabi Nuh AS ada rentang 10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.

Nabi Nuh AS hidup selama 950 tahun. Ia mempunyai istri bernama Wafilah,[7] sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nuh adalah Namaha binti Tzila atau Amzurah binti Barakil [8] dan memiliki empat orang putra, yaitu Kana’an, Yafith, Syam dan Ham.

BIOGRAFI
Nabi Nuh AS adalah Rasul Allah yang pertama yang diutus ke atas bumi ini, sedangkan Nabi Adam AS, Nabi Syits AS dan Nabi Idris AS yang diutus sebelumnya hanyalah bertaraf Nabi saja , bukan sebagai Rasul karena mereka tidak memiliki umat atau kaum.

Dari Ibnu Katsir bahwa Nabi Nuh AS diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 sepeninggal Nabi Adam AS, sedangkan menurut Ahli Kitab dia lahir 140 tahun sepeninggal Nabi Adam AS. Dia adalah utusan yang pertama yang diutus untuk umat manusia. Penduduk yang diserunya dikenal dengan Banu Rasib.

Dari Ibnu Abi Hatim : Abu Umamah mendengar seorang berkata kepada Nabi “ Wahai Utusan Tuhan, apakah Adam seorang Nabi?”
Nabi menjawab “Ya”.
Orang tersebut bertanya lagi: “ Berapa Lama antaranya dengan Nuh?”
Maka Nabi Menjawab “sepuluh generasi”.

Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh AS diutus pada kaumnya ketika berumur 480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia hidup selama 350 tahun.

Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan Nasr adalah anak nabi Adam AS. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling saleh di antara mereka.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa AS menghidupkan Ham bin Nuh, dia bertanya kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nuh adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.

MIGRASI DARI SUQ THAMANIM KE BABYLONIA
Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh) karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang. Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.

Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nabi Nuh AS membangun kota Suq Thamanin dan semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata ”ketika Suq Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan membangun kota tersebut. Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari Ashura.

DOA NABI NUH AS KEPADA KETURUNANNYA
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nabi Nuh AS mendoakan ketiga putranya. Nabi Nuh AS mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam. Ketika Nabi Nuh AS menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya di saat usianya lanjut.

Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih, yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham menurunkan bangsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.

ANAK KANA’AN BIN NUH
Dari keempat putra Nabi Nuh AS, hanya tiga
orang yang selamat dari bencana banjir, karena taat serta mengikuti ajaran yang dibawa ayahnya. Adapun seorang anaknya lagi yang tertua, yaitu Kan’an, tewas tenggelam. Nabi Nuh AS merasa sedih karena anaknya tidak mau mengikuti ajarannya. Sedangkan menurut Hasan AlBasry berpendapat bahwa Kan’an adalah anak tiri Nabi Nuh AS yaitu anak dari isterinya yang durhaka.

YAFITH BIN NUH
Ibnu Thabari menyebutkan istri Yafith bernama Arbasisah binti Marazil bin AlDarmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam dan, darinya Yafith menurunkan 7 orang anak laki-laki dan 1 orang anak perempuan, yaitu Gomer, Marihu, Wa’il, Hawwan, Tubal, Hawshil dan Thiras. Anak perempuan dari Yafith adalah Shabokah.

SAM BIN NUH
Ibnu Thabari menyebutkan istri Sam bernama Shalib binti Batawil bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam, dan darinya Sam menurunkan Arfaqsyad, Asshur, Lud, Elam, dan Aram.

HAM BIN NUH
Ibnu Thabari menyebutkan istri Ham bernama Nahlab binti Marib bin Al Darmasil bin bin Mehujael bin Akhnukh bin Qayin bin Adam, dan darinya Ham menurunkan 4 orang anak laki-laki, yaitu Kush, Put, Kanaan dan Qibthy atau Misraim.

Menurut Ibnu Ishaq tidak diketahui apakah Aram adalah satu ibu atau dari ibu yang berbeda dengan anak Sam lainnya. Sam berdiam di Mekkah dan dari keturunannya yaitu Arpaksyad menurunkan nabi dan rasul. Kemudian darinya menurunkan bangsa Arab dan bangsa Mesir kuno. Keturunan Yafith menjadi raja untuk wilayah non arab seperti Turki, Khazar dan Persian yang raja terakhirnya adalah Yazdajird bin Shahriyar bin Abrawiz yang masih merupakan keturunan Gomer bin Yafith bin Nuh.

Keturunan Sam berdiam di Majdal yang berada di pusat bumi yang daerah tersebut berada di Satidama (suatu daerah bagian utara Irak atau dibagian Timur Anatolia), diantara Yaman dan Syria. Tuhan memberikan mereka scripture, dan kendahan dan kenabian dan memberikan warna kulit yang coklat dan putih.

Bangsa Ad berkembang di suatu lembah yang dinamakan Al Shihr (Bagian Selatan Arabia menghadap lautan Hindia) dan dibinasakaan di sana di suatu lembah yang dinamakan lembah Mughith.

Kemudian Mahrah menetap di lembah AlShihr. Ubayl berkembang di wilayah Yasthrib, Amalek berkembang di Sana sebelum dinamakan Sana. Beberapa dari keturunan Amalek kemudian pergi ke Yastrib dan mengusir bangsa Ubayl, yang kemudian Jubayl berkembang di wilayah Juhfah, tapi banjir membinasakan mereka sehingga dinamakan wilayah tersebut Al-Juhfah (tempat penyapuan).

Thamud berdiam di Hijr dan disekitarnya dan di binasakan di sana. Tasm dan Judays berdiam di Yamamah dan kemudian dibinasakan, ketika Umaym memasuki wilayah Al Abar (Wabar, suatu tempat di Yaman) dan dibinasakan di sana. Di sekitar Yamamah dan Al Shihr tidak ada yang bepergian disana karena wilayahnya telah dikuasai Jin. Daerah tersebut dikenal dengan Ubar karena berasal dari nama Abar bin Umaym.

Keturunan Joktan bin Eber memasuki Yaman dan kemudian menamakannya Yaman yang berarti Selatan. Beberapa kaum dari Kanaan memasuki Syria yang namanya adalah Al-Sha’m maka dari itu wilayah Syria dahulu dikenal dengan nama Syam.

Diceritakan dari Damrah bin Rabiah dari Ibnu Ata dari Ayahnya bahwa Ham menurunkan keturunan yang berkulit hitam dan berambut keriting. Rambut mereka tipis. Yafith menurunkan keturunan yang berwajah datar dan bermata kecil atau sipit, sedangkan Sam menurunkan keturunan yang berwajah tampan dan berambut indah.


Related Posts to "Keturunan Nabi Nuh AS, Dan Penyebarannya Di Dunia"

Response on "Keturunan Nabi Nuh AS, Dan Penyebarannya Di Dunia"

Advertise